Jangan Dibakar, Ini 4 Cara Pintar Kelola Sampah Plastik


Siapa yang tidak risau akan kondisi Indonesia saat ini, yang mana sampah plastik kian hari-kian bertambah. Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak orang menggunakan cara dibakar supaya plastik dapat hancur. Akan tetapi, cara ini tentu sangat tidak aman dan tidak disarankan untuk mengatasi sampah plastik.

Baca Juga :
- Sangat Canggih, 6 Robot Pertanian Ini Patut Ada di Indonesia
- Mengenal Lebih Dekat Jamblang, Buah Kecil dengan Banyak Nama
- Saking Jernihnya, Ikan Koi Bisa Hidup di Selokan Pedesaan Jepang

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi volume sampah plastik yang terus bertambah ini, cara-cara tersebut bisa Anda terapkan, tanpa perlu membakarnya. Karena polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sampah plastik cukup berbahaya bagi kesehatan. Untuk cara lengkapnya, berikut ulasannya.


Bank Sampah

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah dikumpulan di dalam kantong sampah besar lalu disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis.


Penimbunan

Walau dapat jadi alternatif pengelolaan sampah plastik, metode ini bukan cara yang terbaik. Penimbunan limbah plastik dianggap sangat boros karena memerlukan area yang luas, selain itu membutuhkan pengeloaan yang baik dan ditambah bisa menyebabkan kebocoran polutan ke dalam tanah dan lingkungan sekitar.


Daur Ulang

Daur ulang limbah atau sampah plastik ini mengacu pada menyimpan serta memproses ulang plastik tersebut sehingga menjadi produk lain yang memiliki kegunaan. Adapun cara mendaur ulang sampah plastik adalah sebagai berikut:

1. Kenali jenis plastiknya terlebih dahulu. Ini akan mempermudah Anda untuk melakukan penyortiran nantinya.

2. Jika sudah, mulailah menyortir sampah plastik yang Anda punya, bisa berdasarkan warna ataupun kandungan resinnya.

3. Setelah itu, mulailah membersihkan sampah-sampah plastik tersebut supaya Anda tidak lagi jijik untuk memegangnya dengan tangan secara langsung.

4. Jika diantara plastik-plastik tersebut masih ada yang bisa Anda gunakan, gunakan saja yang biasa disebut dengan teknik Reuse. Misalnya botol plastik bekas sabun, Anda bisa memakainya untuk menyimpan cairan sabun lagi ataupun cairan lainnya yang sebaiknya tidak ditujukan untuk konsumsi.


Teknologi Hydro Thermal

Dengan menggunakan metode Hydro Thermal atau Air Panas, diyakini permasalahan dalam pengelolahan limbah plastik bisa menjadi lebih aman dan sederhana. Metode ini sejatinya menggunakan air panas yang di didihkan pada suhu tertentu hingga plastik menjadi berubah wujud dan melarut, dengan begini zat klorin yang ada pada plastik akan berubah menjadi garam yang dimana garam tersebut bisa di buang ke laut sehingga akan menjadi jauh lebih aman dan bermanfaat.

Sayangnya hingga kini metode pemanfaatan sampah plastik ini belum sepenuhnya di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, di karenakan minimnya sumber informasi mengenai bagaimana dan apa saja yang kita butuhkan untuk mengelola sampah plastik selain air panas semata. Mudah-mudahan kedepannya teknologi ini kita harap sudah bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.Bisa juga cara supaya penggunaan plastik semakin berkurang kita menggunakan alat-alat konsumsi yang reusable (mudah digunakan kembali).

Untuk pemesanan, hubungi kami melalui kontak yang tersedia berikut:

Chat WhatsApp Kirim SMS Telpon

Komentar (0)

Posting Komentar